
Pola pikirnya harus diubah dari fix mindset (berpikiran tetap) menjadi growth mindset (berpikiran maju). “Cracking zone ini adalah orang yang mampu melakukan pembaharuan dalam suatu industri. Selama ini mahasiswa masih banyak yang terperangkap dalam suasana yang nyaman dan kalau tidak sadar bisa terus terlindas,” ungkap pemikir dan praktisi perubahan Rhenald Kasali di Kampus USU, Medan, kemarin.
Motivator untuk perubahan bisnis ini menyebutkan, menjadi seorang crackers merupakan solusi menghadapi perubahan zaman dan keluar dari perangkap zona nyaman. Menurut dia, mahasiswa sebaiknya terus berupaya menggali dan mengembangkan ilmu yang dimilikinya.
“Bisa dicontohkan, seorang Bondan Winarno itu adalah seorang crackers. Dia hanya tamatan SMA, tapi mampu menjadi kepala program kuliner di salah satu televisi. Ini dilakukannya karena dia memilikigrowth mindset,” kata Rhenald.
Ketua Program Studi S-2 dan S-3 Manajemen USU Paham Ginting mengakui hingga saat ini masih banyak mahasiswa yang berpikir lulus kuliah menjadi pegawai negeri sipil. Mereka ini disebutnya punya pola pikir tunggu dan lihat, padahal seharusnya pola pikirnya harus diubah menjadi melihat dan bertindak. (lia anggia nasution/sindo) (//rfa)
Sumber: http://goo.gl/CKNSB
No comments:
Post a Comment